Pada dasarnya, lemak memang dibutuhkan oleh tubuh. Lemak berfungsi sebagai sumber energi yang efisien serta menjadi saran penyimpanan energi terbesar dalam tubuh. Bahkan satu gram lemak mengandung lebih banyak energi jika dibandingkan dengan 1 gram karbohidrat. Saat tubuh mengkonsumsi makanan berlemak, maka kandungan lemak ini akan diubah menjadi asam lemak yang nantinya akan digunakan tubuh sebagai bahan bakar energi.
Makanan yang dikonsumsi sehari-hari dapat berdampak pada kesehatan tubuh. Tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua makanan berdampak baik bagi tubuh. Beberapa makanan memiliki kandungan lemak jenuh atau lemak jahat yang buruk bagi tubuh.
10 Makanan Yang Mengandung Lemak Yang Harus Kamu Hindari
Apa itu Lemak Jenuh dan Mengapa Berbahaya bagi Tubuh?

Lemak terbagi menjadi 3 jenis, yaitu lemak trans, lemak tak jenuh, serta lemak jenuh. Lemak trans dan lemak jenuh tergolong sebagai lemak tidak sehat. Umumnya, kandungan lemak jenuh dapat kamu temukan pada olahan makanan yang berasal dari hewan dan tumbuhan, seperti daging merah, susu, mentega, minyak kelapa, dan masih banyak lagi. Kandungan lemak jenuh pada makanan yang kamu konsumsi dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat atau LDL dalam tubuh. Peningkatan LDL dapat terjadi jika kamu mengkonsumsi lemak jenuh dengan kadar diatas 10 persen dari energi total.
Peningkatan LDL lah yang berperan dalam membawa lemak atau kolesterol ke pembuluh darah koroner yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Oleh karena itu, mengkonsumsi lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan kesehatan, seperti penyakit kardiovaskular serta diabetes tipe 2.
Baca juga: 7 Cara Membakar Lemak Di Perut Dengan Cepat & Alami
Makanan Mengandung Lemak yang Harus Dihindari
Menghindari makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi dapat menjadi solusi tepat dalam mencegah munculnya gangguan kesehatan pada tubuh. Berikut berbagai makanan mengandung lemak yang harus dihindari :
1. Kulit Ayam
Daging ayam termasuk dalam makanan yang tinggi akan kandungan protein dan rendah lemak. Namun kamu harus memperhatikan kadar konsumsi kulit ayam. Sebab kulit ayam merupakan bagian paling berlemak. Bahkan 1 ons kulit ayam dapat memiliki kandungan lemak jenuh sebanyak 2,26 gram.
Sebaiknya hindari konsumsi kulit ayam untuk kamu yang ingin mengurangi kadar lemak dalam tubuh.
2. Daging Merah
Kandungan lemak jenuh terbesar dapat kamu temukan dalam hidangan makanan yang terbuat dari bahan dasar berupa daging sapi, babi, serta kambing. Pada setiap 4 ons daging giling tanpa lemak, dapat mengandung 5 gram lemak jenuh. Bayangkan seberapa banyak kandungan lemak jenuh yang terkandung pada berbagai makanan olahan daging merah yang dijual dipasaran.
3. Keju Lunak
Keju memiliki beberapa jenis dengan kandungan lemak jenuh yang berbeda-beda pula. Umumnya keju lunak memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis keju lainnya. Contohnya yaitu keju brie yang pada setiap 100 gram penyajiannya dapat mengandung 17 gram lemak jenuh. Keju lunak lainnya yang harus kamu hindari juga, yaitu seperti keju mozzarella, feta, quark, dan cream cheese.
4. Ice Cream
Ice cream seringkali menjadi makanan favorit di negara tropis ini. Rasanya yang manis serta dingin dapat dijadikan sebagai penyejuk dikala cuaca yang panas. Namun sayangnya, makanan ini memiliki kandungan lemak jenuh serta kalori yang tinggi. Pada setiap 8 sendok makan ice cream yang kamu konsumsi dapat mengandung 19 gram lemak dengan 300 kalori. 12 dari 19 gram kandungan lemak tersebut terdiri dari lemak jenuh.
5. Mentega
Mentega tergolong ke dalam makanan yang memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Terbuat dari krim bertekstur kental yang mengandung lemak. Mengkonsumsi makanan ini berlebihan dapat membuat kolesterol jahat atau LDL menumpuk dalam pembuluh darah. Pada setiap 1 sendok makan atau setara dengan 14 gram porsi mentega dapat mengandung 7 gram lemak jenuh.
6. Kentang Goreng
Makanan ini sering kamu temukan sebagai menu makanan pengganti nasi pada restoran cepat saji. Teksturnya yang renyah serta membuat makanan ini cocok untuk dijadikan snack. Namun ternyata makanan ini mengandung lemak jenuh yang tinggi.
Pada satu porsi kentang goreng maka mengandung 17 gram lemak serta 340 kalori. Selain itu, proses pengolahan dengan menggoreng (pemanasan suhu tinggi/hidrogenasi) menyebabkan kentang goreng juga mengandung lemak trans.
7. Saus Dressing Caesar Salad
Kebanyakan orang yang sedang diet umumnya akan memilih untuk mengkonsumsi salad sebagai makanan utamanya sebab dinilai memiliki kandungan kalori serta lemak yang rendah. Namun kenyataannya caesar salad menggunakan saus dressing yang kaya akan lemak jenuh.
Umumnya saus caesar terbuat dari bahan baku berupa keju, mayones, garam, serta minyak. Berbagai kandungan tersebut, khususnya keju dan mayones menyebabkan saus dressing caesar salad menjadi kaya akan lemak jenuh dan tidak sehat bagi tubuh. Pada setiap dua sendok makan saus caesar dapat mengandung 18 gram lemak, 3 gram diantaranya merupakan lemak jenuh.
8. Makanan Ringan Kemasan atau Snack
Saat ini terdapat berbagai jenis makanan ringan kemasan yang ditawarkan di pasaran. Mulai dari keripik kentang, singkong, dan masih banyak lagi. Umumnya makanan ini seringkali dijadikan sebagai cemilan sehari-hari.
Citarasa gurih serta asin yang kuat pada makanan kemasan menjadi daya tarik utamanya. Umumnya rasa asin tersebut berasal dari garam tambahan yang mengandung lemak trans. Citarasa guris tersebut dapat membuat orang terus mengkonsumsi makanan ringan bahkan dalam jumlah yang berlebihan.
Oleh karena itu sebaiknya hindari mengkonsumsi makanan ringan kemasan berlebihan. Memang tidak semua makanan ringan mengandung lemak, tetapi kamu tetap harus memperhatikan setiap komposisi makanan yang tertera pada label kemasan untuk menghindari kandungan lemak jenuh pada makanan ringan.
9. Mie Instan
Mie instan menjadi makanan yang marak dikonsumsi oleh masyarakat, bahkan sebagai makanan utama pengganti nasi. Memiliki beragam jenis pilihan rasa dengan masing-masing kekhasan nya menjadi daya tarik bagi yang mengkonsumsinya. Namun dibalik kelezatannya, mie instan ternyata mengandung lemak yang buruk bagi tubuh. Pada satu porsi mie instan dapat mengandung 14 gram lemak jenuh.
Mie instan merupakan makanan yang mengandung lemak jenuh, pengawet, garam, serta karbohidrat. Berbagai kandungan dalam makanan ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit kolesterol serta obesitas jika dikonsumsi secara rutin dan berlebihan.
10. Makanan yang Digoreng
Menggoreng merupakan cara memasak makanan dengan menggunakan minyak panas. Umumnya minyak yang digunakan untuk menggoreng yaitu minyak kelapa atau minyak sawit. Kedua minyak ini termasuk dalam jenis minyak dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi. Bahan makanan yang sudah digoreng tentunya akan mengandung banyak lemak trans sebab dimasak dengan minyak yang telah terhidrogenasi dan menganduk lemak yang tinggi. Contoh makanan yang digoreng dan tidak sehat bagi tubuh yaitu bakwan goreng. Bakwan goreng mengandung 75 persen lemak dan 137 gram kalori.
Baca Juga: 7 Cara Membakar Lemak Di Perut Dengan Cepat & Alami
Kesimpulan
Lemak memang dibutuhkan oleh tubuh sebagai energi serta tempat penyimpanan cadangan energi yang efektif. Namun kandungan lemak berlebihan dapat menyebabkan penumpukan lemak jahat atau LDL pada pembuluh darah arteri dan membuat pembuluh darah menjadi tersumbat. Penyumbatan tersebut dapat menyebabkan timbulnya penyakit serius seperti serangan jantung dan stroke sebab aliran darah sudah tidak lancar lagi ke berbagai organ tubuh.
Namun jangan khawatir, saat ini kamu bisa menghempaskan lemak membandel pada perut dengan cepat melalui berbagai treatment serta produk skincare dari Nderma Clinic. Wujudkan tubuh yang sehat dan bebas lemak dengan Nderma Clinic. Segera kunjungi website resmi Nderma Clinic untuk melihat lebih banyak penawaran treatment yang dapat memanjakan dan merawat tubuhmu. Kamu tertarik untuk treatment weight loss? hubungi klinik Nderma sekarang juga.

